Mengenal Sindrom Stevens-Johnson, Penyakit Autoimune yang Diidap Artis Kartika Putri

Artikel - Metro Hospitals Group

1 Maret 2024 pukul 17.00 WIB

Mengenal Sindrom Stevens-Johnson, Penyakit Autoimune yang Diidap Artis Kartika Putri

Sindrom Stevens-Johnson adalah suatu sindrom langka yang terjadi pada kulit dan membran mukosa yang menimbulkan reaksi berlebihan terhadap suatu obat atau infeksi. Kondisi ini diawali dengan gejala seperti flu dan ruam yang disertai dengan nyeri. Bila tidak segera ditangani, sindrom Stevens-Johnson bisa mengancam nyawa penderitanya.

Sindrom Stevens-Johnson ditandai dengan ruam, lecet, dan kulit mengelupas. Kondisi ini bisa terjadi di mata, mulut, badan, hingga area kelamin. Meski belum diketahui penyebab pastinya, sindrom Stevens-Johnson biasanya terjadi setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Berikut ini adalah beberapa obat yang diketahui dapat menjadi pemicu terjadinya sindrom Stevens-Johnson:
- Obat epilepsi
- Obat antinyeri, seperti naproxen
- Obat asam urat dan batu ginjal, seperti allopurinol
- Obat antisipkotik
- Obat antibiotik, seperti sulfamethoxazole
- Obat antivirus, seperti nevirapine
- Obat antiperadangan nonsteroid (NSAID), seperti piroxicam dan diclofenac

Steven-Johnson pada sebagian orang bisa juga dipicu oleh infeksi virus atau kuman tertentu, antara lain sebagai berikut.
- Herpes (herpes simplex maupun herpes zoster)
- Influenza
- HIV
- Diphtheria
- Typhoid
- Hepatitis A
- Pneumonia

Penanganan Sindrom Stevens-Johnson
Pertolongan pertama untuk mengatasi alergi obat pada sindrome Stevens-Johnson adalah menghentikan konsumsi obat yang memicu alergi. Selanjutnya, penderita harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Selain itu, terapi penunjang yang diberikan berupa rehidrasi atau penggantian cairan tubuh yang hilang dengan menggunakan infus. Jika terjadi luka, lapisan kulit mati harus dibersihkan kemudian lukanya ditutup dengan perban supaya tidak terjadi infeksi.

Bagaimana cara mencegah sindrom Steven-Johnson?
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah sindrom langka ini, yaitu:
1. Dianjurkan untuk melakukan uji genetika sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti carbamzepine.
2. Konsultasikan ke dokter jika memiliki riwayat penyakit ini.
3. Hindari mengonsumsi obat-obatan yang bisa memicu jika sebelumnya pernah mengalami sindrom Steven-Johnson.